Cara Menanam Sawi di Sawah
Budidaya

Cara Menanam Sawi di Sawah

Cara Menanam Sawi di Sawah – Dalam bercocok tanam, sawi adalah sayur yang paling sering dibudidayakan. Selain harga bibitnya yang murah (Rp 15.000 – Rp 20.000 per-bungkus), cara menanam biji sawi agar cepat tumbuh juga cukup mudah dan menyenangkan.

Salah satu faktor kunci dalam penanaman sawi adalah metode tanam yang benar dan cara perawatan baik. Apalagi sawi hijau adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Harganya murah tapi memiliki banyak manfaat.

Kali ini SiTua.net akan membahas cara menanam sawi hijau di sawah maupun kebun. Mulai dari persiapan, pemilihan lahan tanam, penyemaian, sampai panen. Simak penjelasannya di bawah ini,

Cara Tanam Sawi di Sawah atau Kebun

Jika kamu tidak mempunyai sawah, kamu bisa memanfaatkan lahan di kebun atau pekarangan rumah, bahkan kamu bisa menanamnya di dalam pot sebagai tempat untuk menanam sawi. Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan?

1. Pemilihan dan Pengolahan Lahan untuk Menanam Sawi

Pertama, kamu harus memilih tempat pengolahan lahan tanam. Hal yang paling mudah dan umum adalah lahan tersebut harus terkena sinar matahari minimal 6 jam dalam sehari, khususnya di pagi hari.

Lahan tersebut harus diolah terlebih  dahulu sebelum kita tanami, pengolahan lahan tanam sendiri bisa dilakukan dengan cara dicangkul untuk membuat media tanam ini gembur, sehingga memudahkan akar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Kita juga harus ‘mensterilkan’ lahan tersebut dari tanaman hama (rumput dan lain-lain), oleh sebab itu menanam sawi di sawah adalah hal yang bagus karena tempatnya luas dan bisa langsung dipakai.

Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dengan cangkul dan pembuatan bedengan. Untuk ukuran bedeng sendiri idealnya berukuran lebar 100-120 cm sedangkan panjangnya bisa menyesuaikan panjang dari lahan kita untuk tingginya usahakan minimal 5-10 cm untuk menghindari genangan air pada musim hujan.

Langkah selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar pada bedengan berupa pupuk yang mengandung unsur lengkap seperti ujung MP dan k contohnya seperti pupuk Phonska.

Pemberian dolomit untuk mentralkan pH tanah dan pupuk kandang yang sudah kering atau yang sudah terfermentasi untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah.

Ketika bahan tersebut ditaburkan secara merata dan dicampur kemudian ditutup tipis dengan tanah sehingga mudah terserap dalam tanah.

2. Persemaian Bibit Sawi

Langkah yang kedua adalah persemaian, persemaian merupakan langkah terpenting dalam budidaya sayuran sawi karena faktor yang menentukan baik tidaknya kualitas sawi yang akan kita tanam nanti.

Media persemaian yang bisa kita pakai dari salah satu bedengan yang telah kita buat sebelumnya. Caranya adalah dengan menabur bibit secara langsung secara merata bisa juga dengan sistem garis-garis untuk membuat pertumbuhannya merata.

Sebelum benih disemai, benih direndam dengan air selama ± 2 jam. Selama perendaman, benih yang mengapung dipisahkan dan dibuang. Benih yang tenggelam digunakan untuk disemai.

Cara penaburan sendiri jangan terlalu rapat kerana bisa menyebabkan pertumbuhan dari tanaman ini kurang begitu baik. Setelah ditaburkan kita tutup dengan media tanah secara tipis dan diakhiri dengan penyiraman secara merata.

Selanjutnya adalah menutup sawi tersebut untuk menghindarkan bibit sawi dari guyuran hujan atau dimakan burung. Selain itu penutupan juga bisa mempercepat perkembangan pada bibit tanaman .

Setelah tiga hari kemudian penutup bisa kita buka. Pada masa ini jangan sampai media tanam sampai kering, kita juga bisa memberikan pupuk NPK dengan cara dikocor dengan takaran satu sendok makan dalam satu ember air.

Baca jugaJenis Pakan Kambing Berprotein Tinggi

Delapan atau sepuluh hari kemudian bisa kita berikan pupuk susulan kembali dengan MPK atau urea dengan takaran yang sama. Di masa ini juga bisa kita berikan pupuk tambahan berupa pupuk daun gandasil D yang kita campur dengan insektisida untuk penanggulangan hama.

Ciri-Ciri Bibit Sawi Berkualitas:

  • Bibit sawi yang berkualitas berbentuk bulat dan ukurannya kecil.
  • Warnanya coklat cenderung gelap kehitam-hitaman.
  • Permukaan yang mengkilap dan licin.
  • Bila kamu ingin membeli, pilihlah bibit dalam kemasan alumunium foil dan pastikan kemasanya dalam keadaan bagus.
  • Bibit sawi unggul biasanya tidak tenggelam saat direndam dalam air, jika ada bibit yang mengambang alangkah baiknya jangan dipakai karena bibit tersebut bila ditanam akan kurang maksimal.

3. Pemindahan Bibit Sawi

Dalam menanam sawi di sawah untuk langkah yang ketiga adalah pemindahan bibit sawi setelah berumur 14 hari atau 2 minggu dari penaburan bibit persemaian ini bisa kita pindah ke bedengan utama yang telah kita buat sebelumnya.

Sore hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemindahan Bibit Sawi karena pada sore hari cuaca tidak terlalu panas sehingga bibit sawi yang kita pindahkan tidak mudah stress dan layu.

Pemilihan bibit sawi yang akan kita pindahkan juga harus benar-benar memilih bibit yang tepat, cirinya mempunyai batang besar serta mempunyai ukuran yang sama. Pencabutan bibit ini sendiri harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai patah pada batangnya jika patah pasti tidak akan bisa tumbuh.

Pada waktu pemindahan yang pertama yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai pucuk dari tanaman ini ikut Terpendam dalam tanah. Kemudian yang kedua yang perlu diperhatikan juga adalah jarak tanam usahakan jarak tanamnya sekitar 10 cm tiap tanaman, jarak tanam yang terlalu dekat akan menyebabkan tanaman ini tidak akan bisa tumbuh dengan baik dan maksimal.

Langkah selanjutnya adalah kita menyiram tanaman ini secara merata dipastikan penyiraman ini meresap sampai akar tanaman esok pagi hari kita lakukan penyiraman kembali supaya tanaman Ini mendapat kecukupan air sehingga meminimalisir dari kematian.

Untuk Catatan: Biasanya 1-2 hari setelah pindah tanam, kondisi dari sawi yang kita pindahkan akan terlihat layu dan seperti mati, tapi tiga hari setelahnya tanaman ini akan mulai berdiri kembali asal kita tetap menjaga media tanam ini jangan sampai kering.

4. Perawatan sawi

Sawi yang kita tanam di sawah atau kebun tadi harus benar-benar dijaga baik tanaman maupun medianya, jaga agar tetap lembab, siram tiap pagi (jam 9) dan sore (jam3). Tapi saat musim hujan, siram seperlunya saja.

Lima sampai delapan hari setelah pindah tanam, kita bisa memberikan pupuk pertumbuhan berupa pupuk NPK dengan cara dikocor pada waktu sore hari, untuk takarannya cukup diberikan 2-3 sendok makan dalam satu ember yang berisi air.

Jangan memberikan pupuk saat cuaca mendung, takutnya nanti si kandungan pupuknya hanyut terbawa air hujan jadi terkesan sia-sia kita merawat sawi di kebun.

Begitu umur tanaman 10-12 hari setelah pindah tanam kita bisa memberikan pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi untuk memperbesar batang ataupun daunnya, pupuk ini bisa berupa pupuk urea atau Zeta dengan cara ditaburkan secara langsung.

Kemudian kita siram untuk membersihkan sisa pupuk yang menempel pada daun Sawi, penyiraman juga bertujuan untuk melarutkan pupuk yang kita sebar agar secepat mungkin terlarut dan diserap oleh tanah.

  • Pada masa ini juga perlu diberikan pupuk daun berupa pupuk gandasil D yang bertujuan untuk membuat daun dari tanaman ini terlihat hijau dan lebar, pemberian pupuk daun bisa dibarengi dengan insektisida untuk penanggulangan hama pada tanaman.
  • Pada masa ini penyiraman bisa dilakukan tiap sore hari saja tergantung dari cuaca di tempat kita menanam, untuk perawatan dimusim hujan kita tidak perlu menyiramnya karena sudah terguyur oleh air hujan.
  • Untuk mencegah tumbuhnya jamur pada daun sawi jika diperlukan kita juga menyemprotnya dengan fungisida untuk penanggulangan jamur pada tanaman.
  • Kita juga perlu mencabut rumput yang tumbuh di lahan, karena rumput bisa menjadi pesaing untuk sawi dalam mendapatkan zat hara dan unsur unsur lainya yang ada di lahan. Menyingkirkan rumput ini membuat sawi yang kita tanam bisa tumbuh dengan cepat.
  • Menimbun lagi bedengan agar tanaman sawi kita terhindar dari genangan air. karena seiring berjalannya waktu bedengan akan semakin berkurang ketinggiannya akibat longsor oleh air. oleh karena itu kita perlu memperbaiki bedengan dengan rutin dengan cara menimbun lagi dengan tanah ataupun kompos.
  • pupuk kandang kotoran kambing dan sapi sangat dianjurkan untuk tanaman sawi karena kandungan organik yang ada didalamnya. untuk catatan kotoran harus difermentasi terlebih dahulu minimal 3 sampai 4 bulan. cukup kita taburkan pupuk kandang disekitaran tanaman sawi kita.

Dengan perawatan yang baik setelah umur sawi 14-20 hari waktu yang kita tunggu-tunggu telah datang yaitu waktu untuk pemanenan sayuran ini.

5. Sawi Siap Dipanen

Panen dilakukan dengan cara mencabut sawi hijau secara langsung dan dipotong pada bagian akarnya, pada umumnya pemanenan dilakukan waktu sore hari untuk menghindarkan dari kelayuan.

Baca jugaJenis Pakan Bebek Agar Cepat Bertelur

Jarak pemanenan yang terlalu lama yaitu umur tanaman di atas 20 hari dari pemijahan biasanya tanaman ini akan berbunga, sehingga kurang begitu baik untuk dikonsumsi karena teksturnya akan lebih keras.

Itulah langkah-langkah dalam menanam atapun budidaya sawi di sawah dan di kebun rumah. Memang awalnya terasa sulit, namun lama kelamaan akan terbiasa dan lebih mudah menjalankannya.

Cara Menyemai Benih Sawi Agar Cepat Tumbuh

Cara Menanam Sawi Agar Cepat Tumbuh
Cara Menanam Sawi Agar Cepat Tumbuh

Dari penjabaran kelima poin di atas sebenarnya sudah bisa membuat sawi yang kita tanam lebih cepat tumbuh dan siap dipanen, namun untuk langkah singkatnya kamu bisa mengikuti tips di bawah ini.

Bahan yang perlu di siapkan:

  • Wadah, kalian bisa mungunakan ember, baskom dan lain sebagainya.
  • Campuran tanah dan kompos.
  • Benih sawi

Langkah-langkahnya:

  1. Langkah pertama adalah lobangi wadah supaya air tidak mengendap, setelah itu masukan media tanamnya dengan perbandingan tanah 2 kompos 1.
  2. Langkah selanjutnya ratakan media tanam dan siram supaya lembab,usahakan jangan terlalu becek.
  3. Langkah ketiga adalah tabur benih sawi pada media tanam. untuk penaburan benih usahakan jangan terlalu banyak agar benih sawi tidak menumpuk, karna kalau menumpuk nanti kita susah untuk pemindahan ke media tanam utama.
  4. Langkah keempat tutup dengan kompos murni, tabur tipis-tipis jangan terlalu tebal kemudian siram sedikit.
  5. Langkah terakhir tutup dengan plastik atau kamu juga bisa menggunakan karung goni, dan jangan lupa taruh di tempat yang teduh.

Masalah Dalam Budidaya Sawi

Sawi yang ditanam di sawah, ladang, kebun, ataupun media tanam yang lain kebanyakan mempunyai masalah yang sama, yakni hama dan penyakit:

Hama

  1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell)
  2. Ulat tritip (Plutella maculipennis)
  3. Siput (Agriolimas sp.)
  4. Ulat Thepa javanica
  5. Cacing bulu (cut worm)

Lakukan penyemprotan larutan WT Bvr dosis 10 ml/lt air,WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant dosis 2 ml/lt air

Penyakit

  1. Penyakit akar pekuk
  2. Bercak daun alternaria
  3. Busuk basah (soft root)
  4. Penyakit embun tepung (downy mildew)
  5. Penyakit rebah semai (dumping off)
  6. Busuk daun
  7. Busuk Rhizoctonia (bottom root)
  8. Bercak daun.Virus mosaik

Lakukan penyemprotan larutan WT Bakterisidadosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant dosis2 ml/lt air.

Jenis-Jenis Sawi yang Populer di Indonesia

  1. Sawi Putih – Sawi putih punya nama Latin Brassica juncea L. Sawi putih populer dijadikan bahan masakan di Asia Timur, seperti Korea Selatan yang menjadikannya bahan dasar untuk membuat kimchi.
  2. Sawi Hijau – Sayur sawi hijau juga biasa disebut caisin atau caisim, yang berasal dari bahasa Kanton. Di Indonesia sawi hijau populer dipakai sebagai topping semangkok bakso atau mi instan.
  3. Pokchoy/bokchoy – Secara keseluruhan, bentuk pokchoy mirip dengan caisim, hanya saja bonggolnya lebih gemuk dan punya batang pendek.
  4. Kailan – Sawi jenis ini termasuk dalam keluarga sawi dan punya nama Latin Brassica oleracea group alboglabra. Ribet juga namanya.
  5. Huma – Sawi huma biasanya ditanam setelah musim hujan karena tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air. Ciri sawi huma adalah memiliki daun sempit, panjang, serta berwarna hijau agak putih.

Penutup

Budidaya sayuran sawi sendiri merupakan kegiatan yang cukup menguntungkan selain harga bibit benihnya murah, sayuran ini juga cukup mudah dalam pemasarannya, ini bisa menjadi solusi dalam pemanfaatan lahan di area rumah kita agar lebih produktif.

Demikian artikel tentang cara menanam sawi di sawah, cara menanam sawi agar cepat tumbuh, lengkap dengan perawatan dari awal sampai panen.

Pertanyaan Seputar Menanam Sawi

Berapa lama menanam sawi hijau?
Semuanya tergantung jenis sawi yang kita tanam. Namun, umumnya panen sawi dilakukan paling lama adalah 70 hari dan paling pendek 40 hari. Sebelum memanen, perlu dilihat terlebih dahulu fisik tanaman, seperti warna, bentuk, dan ukuran daun.
Bagaimana cara merawat tanaman sawi?
Pastikan sawi mendapatkan sinar matahari yang cukup dengan paparan sinar yang tidak melebihi 8 jam setiap harinya. Selain itu, siram sawi dua kali dalam sehari agar tanah tetap basah dan lembap. Kalau memasuki musim penghujan, pastikan intensitas curah hujan sesuai dengan kondisi tumbuh sawi.
Kapankah waktu yang baik untuk menanam sawi?
Jenis sayuran ini cocok bila ditanam pada akhir musim penghujan. Untuk tanahnya silahkan pilih tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik.
Berapa jarak tanaman sawi?
Penanaman Bibit sawi ditanam ke lahan dengan jarak tanam 20 x 20 cm sehingga terdapat populasi 100 tanaman/petak, jarak tanam 25 x 25 cm terdapat populasi 81 tanaman/petak dan jarak tanam 30 x 30 cm terdapat populasi 49tanaman/petak, bibit diusahakan tertanam tegak lurus dengan medianya.
Kapan bibit sawi bisa dipindahkan?
Tanaman sawi berusia 3-4 minggu dapat langsung ditanam dengan cara pemindahan. Lakukan pencabutan benih sawi secara hati-hati, jangan sampai benih rusak. Buat lubang pada polybag dengan menggunakan jari. Letakkan benih sawi ke dalam lubang tersebut.
Apakah sawi putih bisa di tanam di dataran rendah?
Tentu saja bisa! Hal ini dikarenakan sawi bisa hidup di dataran tinggi maupun di dataran rendah dan bisa ditanaman pada kondisi kering.
Berapa lama proses dari biji sampai ke kecambah sawi?
Biasanya dalam waktu 1 – 5 hari benih/biji Sawi Hijau/Manis (Caisim) sudah mengeluarkan tunasnya (berkecambah).

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *