Cara Ternak Ulat Kandang Bagi Pemula

Permintaan pasar akan ketersediaan ulat kandang sebagai pakan burung  semakin hari nyatanya semakin mengalami peningkatan. Meskipun saat ini popularitas ulat kandang masih kalah jika dibandingkan dengan ulat hongkong, namun sebagian orang lebih memilih menggunakan pakan ulat kandang karena dinilai relatif lebih aman karena tidak menyebabkan timbulnya katarak atau over birahi pada burung karena efek panas yang ditimbulkan tidak sepanas ulat hongkong. Hal itu yang membuat permintaan pasar akan ketersedian ulat kandang semakin meningkat.

Namun sayangnya tingginya permintaan pasar tidak berbanding lurus dengan ketersedian barang, sehingga membuat harga pasaran ulat kandang menjadi relatif tinggi. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan para peternak ulat tentang bagaiamana cara melakukan budidaya ternak ulat kandang yang benar. Padahal pada kenyataannya, melakukan ternak ulat kandang tidaklah sulit dan bahkan juga tidak membutuhkan tempat yang luas.

Manfaat Pemberian Ulat Kandang Bagi Burung

Menjadi salah satu jenis pakan yang baik bagi burung peliharaan, berikut adalah beberapa manfaat yang dimiliki oleh ulat kandang jika digunakan sebagai pakan burung peliharaan:

  • Dapat membantu menambah stamina pada burung, sehingga membuat burung menjadi lebih aktif dan lebih nyaring ketika berbunyi.
  • Mudah dicerna oleh burung karena memiliki bentuk yang kecil dan tekstur yang tidak terlalu keras.
  • Memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang lebih tinggi dibandingkan jenis pakan lainnya, termasuk ulat hongkong. Karena di dalam satu ekor ulat kandang, terdapat kandunagn gizi berupa kandungan protein sebesar 48%, lemak kasar 40% dan kadar air sebesar 57 %.
  • Tidak ada efek samping yang dihasilkan jika menggunakannya sebagai pakan yang rutin.

Cara Ternak Ulat Kandang

Cara ternak ulat kandang memang bisa dibilang cukup mudah untuk dilakukan. Tidak perlu membutuhkan perawatan yang khusus, hingga tempat yang perlu disediakan juga tidaklah luas. Berikut adalah cara ternak ulat kandang yang bisa kalian terapkan:

1.Mempersiapkan Lokasi

Lokasi menjadi hal pertama yang harus dipilih dan disiapkan jika ingin melakukan budidaya ternak ulat kandang. Dalam budidaya ulat kandang, tempat yang disiapkan tidaklah harus luas, tempat dengan ukuran kecil pun dapat dimanfaatkan. Namun meskipun kecil,   sebaiknya dalam pemilihan lokasi harus memenuhi beberapa syarat dan kriteria sebagai berikut:

  1. Memiliki suhu berkisar antara 30°C – 33°C.
  2. Memiliki kelembaban 70% – 90%.
  3. Tidak terpapar sinar matahari secara langsung, sebisa mungkin memilih lokasi yang cukup gelap.
  4. Aman akan guyuran air hujan.

2.Pembuatan Kotak/Kandang

Dalam pembuatan kandang/tempat budidaya, kalian bisa menggunakan triplek dan kayu sebagai bahan utama. Untuk ukuran, kalian bisa sesuaikan dengan ketersediaan bahan dan lokasi yang kalian miliki.

Untuk efisiensi tempat, kalian dapat menyusun kotak yang telah dibuat secara vertikal dengan cara membuat rak-rakan. Letakan nampan berisikan air dimasing-masing kaki rak guna mencegah adanya semut yang naik dan masuk ke kandang melalui kaki–kaki rak

3.Memprsiapkan indukan

Dalam mempersiapkan indukan ulat kandang, ada dua metode yang dapat dilakukan:

  • Menggunakan Kumbang Dewasa.

Kalian bisa mendapatkan indukan kumbang dewasa melalui peternak-peternak ulat kandang yang telah ada. Menggunakan kumbang dewasa merupakan cara yang paling cepat, namun modal yang dikeluarkan cukup besar.

  • Menggunakan Ulat Kandang Langsung.

Cara ini adalah cara yang paling direkomendasikan jika kalian masih peternak pemula. Karena jika menggunakan cara ini, kalian bisa memahami secara detail bagaimana merawat ulat kandang dari mulai ulat hingga menjadi kumbang dan biaya modal yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan menggunkan kumbang dewasa sebagai indukan. Namun sayangnya jika menggunakan cara ini kalian harus lebih bersabar, karena harus menunggu proses pertumbuhan yang lama.

4.Menyiapakan Media Budidaya

Kalian dapat menggunakan polar gandum atau dedak padi yang sudah diayak sebagai media untuk budidaya ternak ulat kandang. Sedangkan  untuk media bertelur, kalian bisa menggunakan bonggol jagung.

5.Pemberian Pakan

Pada umumnya kalian bisa menggunakan pepaya muda, apel, wortel, kentang dan ampas tahu yang telah melalui proses pemerasan guna dijadikan pakan untuk ulat kandang.

6.Melakukan Pemisahan Induk Dengan Telur

Kegiatan pemisahan dapat dilakukan setelah ulat kandang berumur ±10 hari setelah menetas dengan menggunakan ayakan berlubang kecil(1mm).

7.Pemanenan

Pemanenan ulat kandang dapat dilakukan setelah ulat berumur minimal 20 hari setelah penetasan. Kalian bisa langsung menjual ulat kandang hasil panen kalian dengan kisaran harga pasaran Rp 20.000,00/100g.

Baca Juga :Cara Ternak Semut Rangrang Untuk Pemula

Penutup.

Melakukan budidaya ternak ulat kandang jika dilakukukan dengan prosedur yang benar, memang nyatanya dapat dijadikan bisnis dengan omset yang lumayan. Memiliki kandungan gizi yang baik dan minim efek samping jika dijadikan pakan, membuat ulat kandang banyak dicari oleh para pemelihara burung. Bahkan jika kalian malas untuk melakukan ternak, kalian bisa menemui dengan mudah ulat jenis ini pada kotoran ayam yang telah dilakukan fermentasi. Namun tentu saja jika ingin mengambilnya harus seizin pemilik kandang dan juga kalian harus tahan akan bau yang dihasilkan oleh kotoran ayam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *