Tata Cara Budidaya Porang

Tata Cara Budidaya Porang

Tata Cara Budidaya Porang – Mungkin kamu juga mengetahui jika porang saat ini menjadi tanaman yang bahan topik pembicaraan yang sedang hangat diperbincangkan karena ternyata memiliki nilai ekonomis yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan zat Glucomanan di dalam umbi porang yang ternyata memiliki segudang kegunaan  di bidang industri makanan dan juga kesehatan.

Awalnya banyak orang yang tidak menyangka dan juga tidak mengetahui tumbuhan liar yang biasanya banyak tumbuh di hutan-hutan liar itu memiliki banyak manfaat untuk dijadikan sebuah ladang bisnis yang cukup menjanjikan jika dilakukan dengan benar. Karena alasan tersebut, sekarang banyak orang yang ingin tahu bagaimana tata cara budidaya porang.

Apa Itu Tanam Porang?

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan salah satu tumbuhan yang biasanya hidup di hutan hujan tropis yang memiliki ciri-ciri bertangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih, dan biasanya dapat tumbuh hingga ketinggian 1,5 meter.

Kandungan zat Glucomanan yang terdapat di dalam umbi porang yang menjadi alasan kenapa porang menjadi tumbuhan yang sangat dicari saat ini. Glucomannan ini merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental.

Pemanfaatan zat Glucomanan yang terdapat pada umbi porang biasanya akan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai macam produk kosmetik, tepung, tawas (penjernih air) dan juga lem. Bahkan ada kabar yang mengatakan jika poraang juga sangat dicari untuk kebutuhan ekspor ke Negara Jepang guna dijadikan bahan baku pembuatan “jelly”  konyaku.

Tata Cara Budidaya Porang

Cara melakukan budidaya tanaman porang sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Meskipun demikian, sebaiknya kamu harus memerlukan pembudidayaan porang dengan menggunakan langkah dan panduan yang benar, agar hasil panen porang yang kamu hasilkan dapat optimal. Berikut ini ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam melakukan budidaya porang dan juga bagaimana  tata cara budidaya porang yang dapat kamu terapkan:

1.Penyiapan Media Tanam

Dalam menentukan media tanam untuk dijadikan sebagai lahan untuk melakukan budidaya porang, sebaiknya kamu harus memilih tempat yang sesuai. Syarat tempat yang cocok dan sesuai untuk dijadikan lahan untuk budidaya porang adalah sebagai berikut:

  1. Tanah bertekstur gembur yang memiliki pH tanah 6-7 dan juga terindikasi terdapat banyak kandungan zat organik di dalamnya.
  2. Berada di ketinggian  0 – 700 mdpl. Namun jika ingin memiliki lahan media tanam porang yang paling baik, pilihlah lahan yang berada di ketinggian 100-600 mdpl.
  3. Memiliki tingkat kerapatan tumbuhan naungan minimal 40 %. Karena porang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang justru akan mengalami pertumbuhan yang baik jika menggunakan tumbuhan naungan seperti jati, mahoni, akasia dan lain sebagainya.

2.Pengolahan Lahan

Jika media lahan tanam porang sudah kamu tentukan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan pada lahan yang kamu siapkan. Berikut ini ada prosedur pengolahan ahan budidaya tanaman porang yang mungkin dapat kamu terapkan:

  1. Membersihkan segala macam gulma atau tanam sisa yang terdapat pada lahan.
  2. Pembuatan blok pada lahan yang telah siapkan dengan ukuran luas yang sesuai. Sebagai contoh, jika kamu ingin menggunakan lahan seluas 8 Ha, alangkah baiknya kamu membuatnya menjadi 2 blok, namun ukuran tersebut tergantung kembali terhadap seberapa luas lahan yang kamu miliki. Kamu dapat menggunakan jalan buatan selebar ± 2 m untuk dijadikan pembatas antar blok.
  3. Melakukan pemasangan ajir atau penyangga tanaman dengan jarak 1 m x 1 m baik untuk umbi maupun untuk katak
  4. Pembuatan jalur selebar 50 cm yang nantinya digunakan sebagai tempat untuk menanam bibit yang menggunakan katak.
  5. Pembuatan lubang tanam untuk ubi dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm dan jarak antar tanaman 1 x 1 m.
  6. Pemberian pupuk dasar pada lubang tanam bibit.

3. Penyiapan Bibit Porang

Setelah lahan untuk media tanam porang sudah dilakukan pengolahan, kamu langsung dapat melakukan penyiapan bibit. Dalam melakukan budidaya jenis tanaman apapun, pemilihan bibit merupakan suatu hal yang sangat krusial untuk dilakukan, maka dari itu perlu kehati-hatian dan perhatian yang khusus agar dalam melakukan pemilihan bibit porang dapat dilakukan dengan selektif.

Pada umumnya, bibit porang yang digunakan akan berasal dari ubi batang atau potongan ubi yang memiliki tubuh. Umbi atau potongan yang untuk digunakan sebagai bibit sebaiknya berukuran besar, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman porang. Jika kamu menggunakan bibit ubi yang berukuran kecil, akan membutuhkan waktu hingga 2-3 tahun akan dapat menghasilkan ubi dengan ukuran yang besar.

Sebelum bibit porang yang telah kamu siapkan akan dilakukan penanaman, perlu adanya perendaman pada campuran  larutan fungisida mankozeb (0,2%) +insektisida monocrotophs (0,05%) selama 10 menit dan dikeringanginkan pada kondisi ternaungi selama 24 jam. Hal ini sebagai antisipasi agar bibit tidak mengalami kerusakan akibat serangan dari patogen jamur tanah.

4.Penanaman Bibit

Jika melakukan pemilihan bibit porang telah selesai kamu lakukan, kamu dapat langsung melakukan penanaman bibit tersebut. Namun perlu kamu ketahui terlebih dahulu, masa waktu tanam porang sebaiknya dilakukan pada masa musim penghujan, yaitu sekitar bulan November – Desember.

Berikut ini adalah langkah-langkah melakukan penanaman bibit porang:

  1. Masukkan bibit porang ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan dengan letak bakal tunas menghadap ke atas
  2. Setiap satu lubang yang tersedia, isi dengan 1 bibit porang.
  3. Jika bibit sudah dimasukan, tutup lubang dengan menggunakan tanah setebal 3 cm.

Baca Juga : Cara Ternak Burung Perkutut Agar Cepat Bertelur

5.Melakukan perawatan Porang

Dalam melakukan pemeliharaan bibit porang yang sudah selesai dilakukan penanaman, ada tigal hal yang harus kamu lakukan. Tiga hal dalam melakukan perawatan tanaman porang adalah sebagai berikut:

  • Melakukan penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan segala macam gula atau tanam pengganggu yang tumbuh disekitar tanaman inti. Hal ini perlu untuk dilakukan karena nantinya jika para tanaman pengganggu atau gulma tersebut dibiarkan terus tumbuh, gulam tersebut akan menjadi pesaing tanam porang dalam mendapatkan air dan unsur hara dari tanah. Sehingga jika hal tersebut terjadi, hasil panen tanaman porang kamu tidak akan mengalami pertumbuhan yang baik, sehingga hasil produksi panen tidak dapat maksimal

  • Melakukan pengendalian hama dan penyakit

Salah satu musuh utama dari petani porang adalah adanya hama dan penyakit pengganggu. Hama pengganggu tanaman porang biasanya seperti belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda kerap kali menyerang tanam porang. Sedangkan penyakit yang paling umum menyerang porang adalah  busuk batang semu, layu daun oleh jamur Sclerotium sp, Rhizoctonia sp, Cercospora sp.

Perlu adanya tindakan serius  pengendalian hama dan penyakit agar tanam porang yang kamu miliki terhindar dari serangan hama dan penyakit tersebut. Jika permasalahan seperti itu dialami oleh tanaman porangmu,  kamu dapat melakukan penyemprotan dengan menggunakan obat-obatan yang sesuai dengan hama dan penyakit yang diderita.

  • Pemupukan

Jika ingin mendapatkan hasil panen yang optimal, sebaiknya kamu menggunakan pupuk organik dalam melakukan pemupukan tanaman porang.  Sebagai contoh, kamu dapat menggunakan rumus campuran berikut ini ketika ingin melakukan pemupukan tanaman porang:

N: P2 O5 : K2 O seberat 40:40:80 kg/ha atau 40:60:45 kg/ha, yang diberikan pada 45 hari setelah tanam.

6.Masa Panen

Tanda jika porang sudah dapat dilakukan pemanenan ditandai dengan daunnya yang sudah mulai mengering dan jatuh ke tanah. Waktu musim panen porang biasanya terjadi pada bulan Mei – Juni. Dalam melakukan pemanenan haruslah dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan luka pada ubi

 

Terimaksih telah membaca artikel tentang bagaimana tata cara budidaya porang di atas. Semoga informasi yang diberikan oleh atrtikel ini dapat beemanfaat bagimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *